Soppeng, Antitesata.com, Pertemuan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dengan Andi Jo Karim Mappatunru, siswa SMAN 1 Soppeng yang akan tampil di Grand Final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026, berlangsung sederhana namun penuh makna.
Di ruang kerja Bupati Soppeng, Rabu (9/9/2026), keduanya terlibat percakapan seputar ilmu Ekonomi. Suasana tidak dibuat formal. Suwardi memilih mengajak Andi Jo membahas persoalan ekonomi yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Andi Jo hadir bersama Kepala UPT SMAN 1 Soppeng, guru pendamping dan orang tuanya.
Suwardi mengawali pertemuan dengan menyampaikan semangat kepada Andi Jo yang akan menghadapi babak final kompetisi tingkat nasional.
“Jo, semangat terus. Tidak mudah mencapai Grand Final OSN. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Soppeng dan Sulsel,” ujar Suwardi.
Setelah memberikan motivasi, Bupati kemudian membawa pembicaraan pada persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Petani dan pelaku UMKM menjadi contoh yang dibahas. Suwardi mengajak Andi Jo melihat bagaimana keputusan ekonomi harus dibuat berdasarkan perhitungan, bukan sekadar keinginan.
Petani yang memperoleh tambahan modal dari perbankan, misalnya, harus memperhitungkan biaya produksi, hasil panen, pendapatan serta kemampuan mengembalikan pinjaman.
Pelaku UMKM juga harus menghitung kebutuhan modal, biaya operasional, potensi keuntungan dan risiko sebelum mengambil keputusan untuk mengembangkan usaha.
Dari pembahasan tersebut, percakapan Suwardi dan Andi Jo berkembang ke ekonomi mikro, ekonomi makro hingga finansial.
Inflasi, suku bunga, harga barang dan daya beli masyarakat turut menjadi bagian dari diskusi.
Bagi Andi Jo, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat ilmu Ekonomi dari sudut pandang yang lebih luas.
Apa yang dipelajari di sekolah ternyata memiliki hubungan langsung dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Suwardi pun menekankan bahwa kemampuan akademik sebaiknya berjalan beriringan dengan kemampuan membaca realitas.
Menurutnya, seorang pelajar tidak cukup hanya mampu menjawab soal, tetapi juga harus mampu memahami persoalan di lingkungan sekitarnya.
“Juara bukan tujuan utama. Prestasi adalah modal utama,” kata Suwardi.
Ia juga mengapresiasi pihak SMAN 1 Soppeng dan keluarga yang telah mendukung perjalanan Andi Jo hingga mencapai tingkat nasional.
Menurut Suwardi, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan ketekunan siswa, pembinaan guru, dukungan sekolah dan keluarga.
Andi Jo Karim Mappatunru merupakan siswa kelas XI.10 SMAN 1 Soppeng. Ia berhasil melewati rangkaian seleksi OSN 2026 hingga menembus semifinal nasional dan memastikan diri tampil di Grand Final bidang Ekonomi.
Ia menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Selatan pada bidang Ekonomi yang berhasil mencapai Grand Final OSN 2026.
Babak final akan berlangsung secara luring pada 14–20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, dengan 60 peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Kini, percakapan bersama Bupati menjadi salah satu bekal tambahan bagi Andi Jo sebelum berangkat ke arena kompetisi.
Dari Soppeng, Andi Jo akan membawa nama SMAN 1 Soppeng, Kabupaten Soppeng dan Sulawesi Selatan ke panggung nasional.
(Red)


Tinggalkan Balasan