Upaya meningkatkan produktivitas lahan pertanian sekaligus memanfaatkan potensi biomassa lokal terus dilakukan oleh kalangan akademisi. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan pembuatan biochar yang dilaksanakan di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, dengan melibatkan kelompok masyarakat setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Community Development Grant Program (ComDev) – EQUITY World Class University (WCU) Hasanuddin University 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas). Program ini juga menghadirkan kolaborasi internasional Dr. Zainul Sakaria dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM) sebagai mitra strategis. Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Magdalena Litay, M.Sc. selaku Ketua Departemen Biologi Fakultas MIPA, Unhas

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman sekaligus praktik langsung terkait cara pembuatan biochar yang bersumber dari biomassa lokal, khususnya seresah daun jati. Biochar yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi alternatif ramah lingkungan dalam mendukung kesuburan tanah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Ketua tim pelaksana kegiatan Prof. Dr. Fahruddin, M.Si, Bersamatim Dr. Mustika Tuwo, M.Sc. memberikan demonstrasi pembauatn biochar, dan dijelaskan bahwa pemanfaatan biochar sangat relevan dengan kondisi lahan pertanian di Indonesia, khususnya pada tanah masam yang masih menjadi permasalahan utama di berbagai wilayah tropis.

“Tanah masam memiliki karakteristik seperti pH rendah, kejenuhan basa rendah, serta tingginya kelarutan aluminium yang dapat menghambat penyerapan unsur hara tanaman. Kondisi ini berujung pada rendahnya produktivitas pertanian,” ujarnya.

Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat melimpah, termasuk dari limbah pertanian dan seresah daun yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Seresah daun, seperti daun jati, dapat diolah menjadi biochar melalui proses pirolisis, yaitu pemanasan dalam kondisi terbatas oksigen.

“Biochar tidak hanya memperbaiki sifat kimia tanah, tetapi juga meningkatkan aktivitas mikroba tanah dan kemampuan tanah dalam menyimpan karbon. Hal ini menjadikannya sebagai solusi yang mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus mitigasi perubahan iklim,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sejumlah penelitian sebelumnya telah membuktikan efektivitas biochar dari berbagai limbah pertanian, seperti sekam padi, kulit kakao, tempurung kelapa sawit, hingga jerami dan kotoran ternak, dalam memperbaiki sifat tanah masam. Namun, pemanfaatan seresah daun sebagai bahan baku biochar masih relatif belum banyak dikembangkan, sehingga kegiatan ini menjadi langkah inovatif dalam mengoptimalkan sumber daya lokal.

Partisipasi aktif masyarakat Tompobulu menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap inovasi ini. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di lahan mereka.

Dengan adanya program ini, Universitas Hasanuddin bersama mitra internasionalnya menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan berbasis riset dan pemberdayaan masyarakat lokal. Program kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam memanfaatkan biomassa lokal untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan ketahanan pangan.

Dalam kegiatan tersebut, Universitas Teknologi Malaysia (UTM) berperan sebagai mitra kolaborator internasional yang memberikan kontribusi penting dalam memperkuat kualitas program. UTM menghadirkan dukungan keilmuan serta perspektif global terkait pengembangan dan pemanfaatan biochar, khususnya dalam konteks pertanian berkelanjutan. Selain itu, UTM juga berbagi pengalaman riset dan teknologi yang relevan dalam pengolahan biomassa menjadi biochar serta aplikasinya untuk meningkatkan kualitas tanah. Kehadiran kolaborasi ini turut memperkuat pelaksanaan program ComDev, sehingga kegiatan tidak hanya berorientasi lokal, tetapi juga mengacu pada standar dan praktik terbaik internasional. Lebih jauh, keterlibatan UTM mendukung peningkatan kapasitas akademik dan masyarakat melalui kontribusi ide, pendekatan ilmiah, serta membuka peluang pengembangan riset lanjutan bersama Universitas Hasanuddin.