MAKASSAR – Kabar segar buat dunia pendidikan di Makassar! Upaya mewujudkan kota yang lebih hijau dan bebas sampah kini mendapat amunisi baru. Melinda Aksa secara resmi mengukuhkan Forum Sekolah Adiwiyata (FSA) Kota Makassar, sebuah langkah strategis untuk mencetak generasi muda yang nggak cuma pintar di kelas, tapi juga peduli sama bumi.
Acara yang berlangsung penuh semangat ini menjadi sinyal kuat bahwa sekolah-sekolah di Makassar bakal bertransformasi jadi pusat edukasi lingkungan yang keren.
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Misinya!
Dalam sambutannya, Melinda Aksa menekankan bahwa pengukuhan FSA ini bukan sekadar acara kumpul-kumpul biasa. Ada misi besar di baliknya: Menciptakan budaya ramah lingkungan sejak dini.
“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya tahu teori tentang lingkungan, tapi benar-benar mempraktikkannya. Target kita jelas, generasi yang peduli lingkungan dan sekolah yang bebas sampah,” ujar Melinda.
Beberapa poin penting yang menjadi fokus Forum Sekolah Adiwiyata Makassar kali ini antara lain:
- Edukasi Pengelolaan Sampah: Mendorong sekolah untuk menerapkan sistem reduce, reuse, recycle (3R) secara nyata.
- Kurikulum Berbasis Lingkungan: Mengintegrasikan isu-isu lingkungan ke dalam aktivitas belajar mengajar harian.
- Kolaborasi Antar-Sekolah: FSA akan menjadi wadah berbagi ide (sharing session) antar-sekolah untuk menciptakan inovasi hijau.
Kenapa Adiwiyata Penting?
Buat kalian yang belum tahu, Sekolah Adiwiyata adalah program prestisius dari Kementerian Lingkungan Hidup yang diberikan kepada sekolah yang berhasil mendidik siswanya menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.
Dengan adanya Forum ini, diharapkan sekolah-sekolah di Makassar bisa saling “balapan” dalam hal positif untuk meraih predikat Adiwiyata, mulai dari tingkat kota, provinsi, nasional, hingga mandiri.
Antusiasme Para Guru dan Siswa
Pengukuhan ini disambut baik oleh para praktisi pendidikan. Banyak yang menilai FSA adalah jembatan untuk mempermudah koordinasi antar-sekolah dalam menjalankan program-program lingkungan yang seringkali terkendala teknis.
“Ini yang kita butuhkan. Wadah untuk saling dukung agar Makassar benar-benar bisa jadi kota dunia yang nyaman dan bersih,” ungkap salah satu kepala sekolah yang hadir.
Yuk, Dukung Gerakannya!
Gerakan ini nggak akan sukses kalau cuma mengandalkan pengurus forum. Peran orang tua dan komunitas sangat penting untuk memastikan kebiasaan bersih di sekolah juga terbawa sampai ke rumah.


Tinggalkan Balasan