Soppeng, Antitesata.com, Lebih dari 1.000 warga berkumpul dalam Maulid Akbar tingkat Kecamatan Marioriawa. Namun bagi Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan sekadar seremoni keagamaan.
Dari Lapangan Lade’ Welonge, Desa Laringgi, Rabu (23/9/2026), Suwardi membawa pesan tentang kebersamaan, pembangunan dan potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat Marioriawa.
Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M tersebut mengangkat tema “Meneladani Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Masyarakat yang Rahmatan Lil Alamin.”
Suwardi mengajak masyarakat menerjemahkan keteladanan Rasulullah SAW ke dalam kehidupan nyata. Saling menghormati, peduli terhadap sesama, memperkuat ukhuwah dan bergotong royong, menurutnya, menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Semangat itu kemudian dikaitkan dengan Yassisoppengi.
Bagi Bupati, kebersamaan bukan hanya nilai sosial, tetapi juga menjadi kekuatan untuk menghadapi tantangan pembangunan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan kebersamaan masyarakat sangat dibutuhkan,” kata Suwardi.
Ia mengakui pemerintah daerah menghadapi keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran. Namun kondisi tersebut tidak membuat pemerintah menghentikan upaya memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemkab Soppeng, kata dia, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi.
Sejumlah program pun disebut, mulai dari pembangunan CT Scan dan fasilitas penyimpanan darah RSUD La Temmamala, peningkatan sejumlah ruas jalan hingga pembangunan Sekolah Rakyat.
Di sektor pertanian, pemerintah daerah juga memperoleh dukungan untuk optimasi lahan rawa dan nonrawa, sarana pendukung pertanian serta program listrik masuk sawah.
Dari Maulid ke Potensi Bioetanol
Ada satu hal lain yang menjadi perhatian Bupati dalam pertemuan dengan warga Marioriawa: potensi lahan pertanian.
Suwardi menilai Marioriawa, termasuk Desa Laringgi, memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung program pemerintah.
Salah satu peluang yang disampaikan adalah pengembangan bahan baku bioetanol.
Pemerintah pusat tengah mendorong pengembangan bahan baku energi dari komoditas seperti tebu dan umbi-umbian. Karena itu, lahan yang belum termanfaatkan dinilai perlu diidentifikasi dan dikelola sesuai ketentuan.
“Potensi yang ada harus kita lihat, kita identifikasi dan kita kelola dengan baik sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembangunan itu sendiri.
Semangat Maulid, kata dia, harus berlanjut menjadi semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Gotong royong dan Yassisoppengi harus terus kita hidupkan untuk membangun Soppeng,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Soppeng, jajaran kepala OPD lingkup Pemkab Soppeng, Kapolsek Marioriawa, Kepala KUA Marioriawa, para kepala desa/lurah, para kepala sekolah serta masyarakat se-Kecamatan Marioriawa.
Camat Marioriawa A. Massalangka Raya, S.Si., dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Maulid Akbar tersebut.
(Red)


Tinggalkan Balasan