MAKASSAR — Momentum Hari Kartini dimaknai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, sebagai ajakan bagi seluruh perempuan Indonesia untuk menghidupkan kembali semangat Raden Ajeng Kartini melalui aktualisasi diri yang cerdas. Dalam wawancara khusus, Melinda menekankan bahwa esensi perjuangan perempuan masa kini adalah keberanian untuk terus berkembang tanpa batas.

Menurutnya, inspirasi emansipasi tidak hanya bersumber dari sejarah nasional, tetapi juga dari nilai-nilai religi. Ia meneladani sosok Khadijah RA, istri Rasulullah, yang mampu menyatukan peran domestik dan publik dengan sempurna. “Khadijah adalah teladan bagaimana perempuan bisa menjadi pendamping keluarga sekaligus pengusaha hebat. Itu bukti kapasitas besar perempuan dalam mendukung sesama dan bekerja profesional,” ujar Melinda.

Melinda juga menegaskan bahwa peran ibu rumah tangga tidak boleh dipandang sebelah mata. Ia menolak stigma yang meremehkan perempuan yang memilih fokus di rumah. “Jangan pernah merasa, ‘Saya hanya ibu rumah tangga’. Semua peran itu hebat, selama kita bisa memaksimalkannya,” tegasnya.

Dalam pesannya, Melinda menggarisbawahi tiga hal penting bagi perempuan Indonesia:

– Belajar Tanpa Henti: agar tetap relevan dan cerdas dalam mengambil keputusan.

– Definisi Baru Karier: aktualisasi diri tidak terbatas pada pekerjaan kantoran, melainkan dampak yang diberikan dari posisi apa pun.

– Kecerdasan di Dalam Rumah: ibu rumah tangga tetap dituntut memiliki wawasan luas untuk mendidik generasi masa depan.

Semangat Hari Kartini yang digaungkan Melinda adalah tentang pilihan dan kualitas. Ia menutup dengan keyakinan bahwa setiap perempuan, baik di kantor maupun di rumah, adalah sosok Kartini yang berdaya, mandiri, dan inspiratif bagi lingkungannya.