Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen serius dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi kawasan perdagangan melalui rencana transformasi Pasar Sentral (New Makassar Mall). Langkah ini dilakukan menyusul menurunnya aktivitas dan daya tarik pengunjung di kawasan yang dahulu menjadi ikon perdagangan tersebut.
Sebagai bagian dari upaya percepatan, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melakukan kunjungan benchmarking ke kawasan Blok M, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Kunjungan ini diterima langsung oleh Iqbal Bimo Arifianto selaku Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta.
Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari keberhasilan revitalisasi kawasan yang kini berkembang menjadi ruang publik modern berbasis integrasi fungsi ekonomi, sosial, dan budaya.
Munafri menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Makassar dalam mengaktivasi kembali aset strategis daerah.
“Hari ini kita melihat bagaimana kawasan seperti M Bloc Space dan Blok M Hub diaktivasi dengan sangat baik. Kawasan ini mampu menjadi sentra ekonomi, mendukung UMKM, sekaligus menyediakan ruang interaksi publik,” ujar Munafri.
Adaptasi Konsep TOD dan Ruang Publik Kreatif
Revitalisasi kawasan Blok M dinilai berhasil karena mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD), yaitu integrasi antara sistem transportasi publik dengan kawasan komersial dan ruang publik.
Kawasan ini menghadirkan berbagai ruang kreatif seperti M Bloc Space dan Taman Literasi Blok M yang kini menjadi pusat aktivitas masyarakat, khususnya generasi muda.
Selain itu, keberadaan pusat kuliner dan aktivitas komunitas memperkuat identitas kawasan sebagai destinasi gaya hidup modern.
Munafri menegaskan, revitalisasi Pasar Sentral tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga diarahkan menjadi kawasan terpadu yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat perkotaan.
“Kami menargetkan Pasar Sentral dapat bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru yang modern, hidup, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pasar Sentral Disiapkan Jadi Kawasan Terpadu
Melalui studi ini, Pemkot Makassar akan mengadopsi pendekatan komprehensif, meliputi:
- Penguatan ruang terbuka hijau
- Integrasi sirkulasi dan transportasi
- Peningkatan infrastruktur kawasan
- Pengembangan ekonomi kreatif berbasis kolaborasi
Munafri menekankan, konsep yang diterapkan bukan meniru sepenuhnya Blok M, melainkan mengadaptasi prinsip dasar yang relevan dengan kondisi Makassar.
“Kita mengambil dasar pemikirannya. Tujuannya agar Pasar Sentral kembali hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” jelasnya.
Dukungan MRT Jakarta: Integrasi Jadi Kunci
Sementara itu, Iqbal Bimo Arifianto menjelaskan bahwa pengembangan kawasan Blok M merupakan bagian dari mandat MRT Jakarta dalam mengintegrasikan transportasi dengan pengembangan kawasan.
Menurutnya, sejak beroperasi pada 2018, MRT Jakarta memiliki tiga fokus utama: pembangunan infrastruktur, operasional transportasi, serta pengembangan kawasan bisnis di sekitar stasiun.
“Kami tidak hanya mengoperasikan transportasi, tetapi juga mengembangkan kawasan agar terintegrasi dan produktif,” ujarnya.
Ia menambahkan, terdapat delapan prinsip utama dalam pengembangan kawasan, termasuk peningkatan konektivitas pejalan kaki, kepadatan kawasan, mobilitas, serta keberlanjutan lingkungan.
Saat ini, layanan MRT telah menghubungkan kawasan Bundaran HI hingga Lebak Bulus, dan akan diperluas hingga kawasan Kota Tua pada periode 2027–2029.
Optimisme Kembalinya Ikon Perdagangan Makassar
Munafri mengakui bahwa Pasar Sentral sebelumnya merupakan ikon kuat ekonomi Makassar, namun kini mengalami penurunan aktivitas.
Karena itu, revitalisasi diarahkan untuk menghadirkan kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga ruang hidup baru yang mengintegrasikan aktivitas ekonomi, budaya, hiburan, dan interaksi sosial.
“Yang terpenting, kawasan ini ke depan harus menghadirkan kehidupan baru seperti yang kita lihat di Blok M,” tutupnya.
Kunjungan ini turut diikuti sejumlah pimpinan perangkat daerah guna menyamakan visi dalam proses perencanaan. Pemkot Makassar juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pengembangan kawasan berjalan optimal dan berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan