MAKASSAR, ANTITESATA.COM – Meski kebijakan Work From Home (WFH) tengah diberlakukan bagi sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN), hal itu tidak menyurutkan langkah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk memantau kondisi lapangan secara langsung. Pada Jumat (17/04), pria yang akrab disapa Appi ini memilih memimpin kegiatan “Jumat Bersih” dengan cara yang unik, yakni bersepeda santai bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD/SKPD).
Aksi gowes bareng ini bukan sekadar ajang olahraga pagi. Appi memanfaatkan momen tersebut sebagai instrumen pengawasan kebersihan kota di wilayah-wilayah yang sering terlewatkan jika dipantau menggunakan kendaraan roda empat.
Pantau Tiga Kecamatan Utama
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota ini memulai perjalanan dari Rumah Jabatan sejak pukul 05.30 WITA. Didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) serta sejumlah kepala dinas strategis seperti Dinas Lingkungan Hidup, PU, hingga Damkar, Appi menyisir rute-rute di tiga kecamatan, yaitu:
- Kecamatan Mamajang (Jalan Badak)
- Kecamatan Makassar (Jalan Muhammad Amin)
- Kecamatan Ujung Pandang (Jalan Gunung Lokon)
Kepala Diskominfo Makassar, M Roem, menjelaskan bahwa inisiatif bersepeda ini merupakan bentuk komitmen efisiensi energi sekaligus langkah konkret dalam menjaga keasrian lingkungan.
Pesan Kedekatan dan Efisiensi
Penggunaan sepeda dalam memantau kebersihan memberikan dua pesan kuat. Pertama, efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan birokrasi. Kedua, memungkinkan wali kota untuk lebih dekat dengan masyarakat dan melihat detail masalah kebersihan di gang-gang kota.
“Kegiatan ini memperkuat pengawasan lapangan sekaligus membangun budaya hidup bersih secara berkelanjutan di Makassar,” ujar Roem.
Melalui program “Jumat Bersih” ini, setiap kecamatan didorong untuk lebih aktif melakukan penataan wilayah. Kehadiran jajaran pimpinan mulai dari BPKAD, Distaru, hingga Bagian Protokol menunjukkan bahwa urusan estetika dan kebersihan kota merupakan tanggung jawab kolektif lintas sektoral, bukan sekadar tugas satu instansi.
Dengan turunnya Appi ke jalan di saat kebijakan WFH berlaku, Pemerintah Kota Makassar seolah ingin menegaskan bahwa pelayanan publik dan pemeliharaan kota tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditunda


Tinggalkan Balasan