Sekolah Budaya I Lagaligo Cabang Luwu Utara resmi membuka pembelajaran angkatan ke-7 pada Senin (30/03). Antusiasme masyarakat terhadap pelestarian budaya lokal kian meningkat, ditandai dengan jumlah pendaftar yang mencapai 73 orang—tertinggi sejak sekolah ini didirikan pada 2020.
Pembukaan ini menjadi momentum penting dalam upaya menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Luwu di tengah perkembangan zaman. Sekolah Budaya I Lagaligo terus menunjukkan eksistensinya sebagai ruang pembinaan generasi muda dalam memahami, mencintai, dan melestarikan warisan leluhur.
Mewakili Datu Luwu, YM A. Maradang Mackulau, Dewan Adat 12 Opu Maddika Dua, A. Syafiuddin Kadiaraja, menegaskan sekolah budaya merupakan langkah nyata dalam mengembangkan bakat, khususnya di bidang seni teater, sekaligus membentuk karakter generasi muda.
“Budaya Luwu adalah ruh kita. Kami mendukung penuh dan mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam program Sekolah Budaya Luwu sebagai fondasi identitas wilayah,” ujarnya.
Kepala Sekolah Budaya I Lagaligo Cabang Luwu Utara, H. Dullah, menyebut peningkatan jumlah peserta didik menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan adat dan budaya Luwu ke depan.
“Kami berharap semakin banyak generasi muda yang belajar, sehingga budaya Luwu tetap lestari dan tidak punah ditelan zaman,” tuturnya.
Hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Baharuddin, menegaskan bahwa Luwu Utara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kerajaan Luwu.
Ia menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat identitas budaya melalui integrasi dalam RPJMD serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan dan kebudayaan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara merencanakan alokasi anggaran APBD 2026 sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan Rumah Adat Kemakoleaan.
“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam rencana pembangunan ini,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari Opu Makkole Baebunta, YM A. Sarifah Muhaemina Opu Daengna Putri. Ia menilai Sekolah Budaya I Lagaligo sebagai investasi jangka panjang dalam menjaga dan memperkenalkan budaya Luwu kepada masyarakat luas, khususnya di Luwu Utara.
Dengan tingginya minat masyarakat, Sekolah Budaya I Lagaligo diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal.


Tinggalkan Balasan