Suka atau tidak, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki efek domino yang cukup dahsyat. Bukan sekadar upaya pemenuhan nutrisi rakyat saja. Namun juga , mesin ekonomi nasional yang inklusif.
Ekonom Universitas Indonesia (UI), Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, dampak makro dari program MBG sangatlah nyata. Salah satu yang paling mencolok adalah revitalisasi sektor pertanian yang melonjak drastis ke angka 5,33 persen. Bandingkan dengan 2024, sektor pertanian hanya tumbuh 0,68 persen.
“Di kuartal ke-4 2025 kemarin, secara makro kita tumbuh 5,39 persen (yoy). Salah satu motor penggeraknya adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 6,12 persen (yoy),” ujar Fithra di Jakarta, dikutip Minggu (22/2/2026).
Dia menegaskan, fenomena ini terjadi karena produk petani lokal terserap secara masif oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang memicu gairah investasi di sisi hulu.
Transformasi ini juga membawa angin segar bagi pemberdayaan perempuan di sektor formal maupun informal.
Dengan berdirinya 23 ribu unit SPPG hingga Februari 2026, sekitar 1,4 juta tenaga kerja telah terserap langsung di bagian dapur pengolahan. Menariknya, 55 persen atau sekitar 770 ribu dari total pekerja tersebut adalah perempuan.
Fithra menilai, pola investasi MBG sangat inklusif karena sektor kuliner secara alami didominasi oleh perempuan, sehingga memberikan peluang ekonomi yang konkret bagi mereka.
“Partisipasi perempuan menjadi lebih terlihat karena di sektor kuliner, peran perempuan cenderung dominan. Ini memberikan peluang ekonomi yang nyata bagi mereka,” ungkap Fithra.
Di tingkat rumah tangga, dampak ekonomi MBG dirasakan langsung melalui efisiensi pengeluaran harian.
Berdasarkan survei Research Institute of Socio-Economic Development (RISED), sekitar 36 persen orang tua mencatat adanya penurunan biaya untuk bekal dan uang saku anak.
Meskipun secara nominal penghematan tersebut umumnya masih di bawah 10 persen dari total belanja bulanan, program ini tetap dianggap efektif dalam menjaga stabilitas finansial keluarga rentan.
Selain manfaat finansial, peneliti RISED M. Fajar Rakhmadi menyoroti adanya aspek ketenangan batin bagi para orang tua yang merasa beban pikiran mengenai nutrisi anak mereka kini berkurang secara signifikan berkat standar gizi MBG yang dinilai sangat baik.


Tinggalkan Balasan