Tim Nasional Futsal Indonesia bersiap melakoni laga bersejarah dalam babak semifinal AFC Futsal Asian Cup atau Piala Asia Futsal 2026. Menghadapi raksasa Asia, Jepang, Skuad Garuda bertekad memberikan penampilan terbaik demi tiket final, apalagi mereka akan bermain di rumah sendiri, Indonesia Arena.
Pelatih, Hector Souto, menegaskan timnya memiliki motivasi tinggi meski menaruh rasa hormat yang besar kepada lawan. Laga ini juga menjadi pertemuan emosional mengingat pelatih Jepang saat ini, Kensuke Takahashi, memiliki sejarah panjang dengan futsal Indonesia.
”Melawan Jepang bukan pertandingan yang mudah. Saya respect dengan Coach Ken, tetapi kami juga ingin menang. Kami punya catatan yang baik di pertemuan sebelumnya. Jadi, kami akan memberikan penampilan terbaik untuk meraih kemenangan,” tegas Hector Souto dalam sesi konferensi pers jelang laga, Rabu (4/2/2026).
Senada dengan sang pelatih, kapten Timnas Futsal Indonesia, Mochammad Iqbal, menyadari betapa pentingnya laga ini. Ia menekankan status sebagai tuan rumah akan menjadi energi tambahan bagi para pemain.
”Ini menjadi semifinal pertama bagi Timnas Futsal Indonesia di level Asia. Tentu kami akan bermain sepenuh hati. Apalagi akan bermain di Indonesia Arena dengan dukungan penuh para pecinta futsal Indonesia,” ujar Iqbal.
Dukungan penuh suporter diharapkan dapat menjadi pembeda dalam duel sengit memperebutkan tiket ke partai puncak.
Sebelumnya, Timnas Futsal Indonesia memastikan tiket semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 atau Piala Asia Futsal 2026 setelah menundukkan Vietnam dengan skor tipis 3-2 pada babak perempat final. Pertandingan tersebut berlangsung di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Kemenangan ini terasa istimewa karena membawa skuad Garuda melangkah ke babak semifinal untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan di ajang Piala Asia Futsal.
“Ya, kami berhasil menciptakan sejarah, ya benar, hasilnya sangat bagus,” ujar Souto usai laga.
Sayangnya, hasil manis tersebut tak sepenuhnya membuat pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, merasa puas.
Bukan apa, juru racik berusia 44 tahun tersebut secara terbuka mengaku tidak senang melihat penampilan Reza Gunawan dan kolega malam itu.
“Tidak saya ulangi lagi, saya sangat tidak puas. Kami harus bermain jauh lebih baik,” ujarnya.
Souto melanjutkan, Timnas Futsal Indonesia seharusnya mampu menampilkan gaya permainan yang berbeda, tidak seperti saat ini.
“Negara ini harus memainkan gaya futsal yang berbeda, tidak cukup dengan apa yang kami lakukan hingga sekarang,” katanya.
“Anda bisa melihat hari ini bahwa lawan, seperti Kirgistan, sudah melibatkan penjaga gawang untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain dan membangun sistem,” ujarnya lagi mencontohkan.


Tinggalkan Balasan