Babak belur di pekan lalu, perlahan namun pasti, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggeliat lagi ke zona hijau. Saat penutupan perdagangan Rabu (4/2/2026), IHSG naik 24,12 poin, atau setara 0,3 persen ke level 8.146,7.
Kemarin, IHSG melemah hingga jeda sesi I, namun membaik di sesi II. Kabar baiknya, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai ramai. Tergambar dari nilai perdagangan Rp25,47 triliun.
Sebanyak 309 saham ditutup menguat lumayan signifikan. Hanya saja, jumlah emiten yang ambruk lebih banyak lagi, yakni sekitar 419 saham.
Sedangkan 230 saham lainnya bergerak stagnan. Volume perdagangan pada hari ini, tercatat 42,41 miliar saham dengan frekuensi 2,81 juta kali transaksi.
Penguatan IHSG ini, rasa-rasanya ditopang kinerja sejumlah sektor. Sebut saja, emiten barang baku memimpin kenaikan sebesar 3,32 persen. Disusul perindustrian menguat 0,72 persen; transportasi 0,17 persen; keuangan 0,16 persen; dan teknologi 0,03 persen.
Sebaliknya, tekanan dialami sejumlah emiten sektor barang konsumen primer sebesar 4,02 persen, infrastruktur 2,41 persen; barang konsumen nonprimer 1,63 persen; energi 1,16 persen; properti 0,79 persen; dan kesehatan 0,33 persen.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih dibayangi sentimen dari MSCI. Pelaku pasar menunggu hasil pembenahan yang dilakukan OJK dan BEI sesuai rekomendasi MSCI, yang dinilai masih menjadi faktor negatif bagi pasar.
Selain itu, beredar kabar mengenai kandidat ketua baru OJK yang disebut berasal dari kalangan politikus di DPR, sehingga menambah ketidakpastian.
Seiring penguatan IHSG, sejumlah saham mencatat lonjakan signifikan. Sebut saja, PT Martina Berto Tbk (MBTO) melesat 34,51 persen, menjadi Rp191 per saham.
Pun demikian PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA), sahamnya naik 34,31 persen menjadi Rp137 per lembar, PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) menguat 26,71 persen menjadi Rp185 per saham.
Kenaikan tajam juga dialami PT Inter Delta Tbk (INTD) sebesar 24,81 persen menjadi Rp332 per lembar, dan PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) naik 24,42 persen menjadi Rp535 per saham.
Tapi ada juga yang apes, misalnya, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) turun 15 persen menjadi Rp136 per saham, PT MD Entertainment Tbk (FILM) melemah 15 persen ke Rp8.925 per saham, serta PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) terkoreksi 14,91 persen menjadi Rp1.855 per saham.
Disusul PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) sebesar 14,86 persen ke Rp252 per saham, dan PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) susut 14,81 persen menjadi Rp230 per saham.


Tinggalkan Balasan